Terus Menulis

,
Menulis adalah suatu kesenangan untuk menuangkan ide kedalam suatu media entah itu apa yang pasti dengan tulisan keberadaan kita akan selalu ada. Gue milih nulis karena pemikiran gue kaga sama memory yang ada disekitar kita. Kenapa gue bilang kaga sama alias beda bukan karena gue lihat dari bahan penyusunya. Gue percaya otak gue memiliki kapasitas penyimpanan yang melimpah, tapi disini gue meiliki keterbatasan untuk mengakses ingatan dan pemikiran yang sudah gue ungkapkan. Jadi menulis yang gue maksud adalah metode yang gue gunakan untuk mempermudah gue untuk mengakses itu semua. Setiap gue membaca tulisan yang udah gue tulis, gue menemukan suatu kesengan yang nurut gue kaga bisa gue akses ketika gue mencoba mengingat dengan otak. Gue bukan merendahkan fungsi otak, gue hanya ingin mengabadikan pemikiran yang hanya gue dapati pada aat momen yang tepat. Kejadian tidak mungkinlagi bisa mundur kebelakang atau paling ga mendekati kejadian-kejadian yang special. Kehidupan bagi gue adalah suatu misteri dan kita gak akan tau apa yang bakalan terjadi lagi kedepannya. Kejadian yang sudah terjadi dan belum terjadi itu dibatasin oleh waktu dan waktu adalah suatu besaran yang  sangat misteri. Bukan jarak yang memisahkan gue dengan masa lalu tapi waktu. Jarak yang jauh masih bisa kita tempuh tapi waktu bukan lah suatu yang dapat kita temui atau kita mengerti. Waktu terlalu misteri untuk dijelaskan, hidup dan mati hany sebatas masalah waktu.
Kembali ke masalah menulis, semenjak manusia mengenal tulisan perkembangan sejarah juga berubah. Gue berharap dengan menulis gue bisa merubah sedikit sejarah, paling gak gue meningglakan sejarah untuk diri sendiri. Tulisan gue memang masih sangat tidak beraturan karena gue bukan penulis yang handal atau ahli dalam hal penulisan. Gue menulis yak arena gue pengen aja nulisnya. Ketika gue menulis gue tidak tau apa yang harusnya tema yang gue tulis. Jadi gue disini hanya menuliskan apa yang terlintas dipikiran gue. Kenapa gue sebut terlintas, karena pemikiran gue itu datang dan pergi. Ketika gue menuliskan pemikiran, itu artinya pemikiran gue mengalir begitu saja ibarat air sungai. Tulisan demi tulisan yang gue atau yang kalian tulis akan menjadi sejarah tersendiri buat gue atau kalian.Terlintas dibenak gue saat ini kalau gue sebenarnya menulis hanya sebatas pelampiasan dan prinsif yang gue pakai untuk menulis adalah tulislah apa yang mau kamu tulis. Biarkan otak kalian berpindah kejari kalian, tanpa disuruh berpikir jari kita udah siap melakukan tugasnya.
gue lebih senang mengeluh, marah bahagia dan mengoceh gak jelas lewat tulisan sih. Bagi gue dengan tulisan gue gak bikin polusi suara kan, bayangkan kalau gue dalam kondisi marah terus teriak atau menghujat gak jelas. Kesannya gue cuman sebatas orang bodoh yang mengganggu privasi orang sekitar gue, sedangkan kalau gue menulis siapa yang juga yang merasa terganggu. Kalau gak suka kan tinggal gak usah dibaca. Mau gue galau sekalian ke, orang juga gak bakalan peduli kan. Gue selalu menikmati apa yang sudah gue tuliskan dan gak akan gue hapus walaaupun itu hal yang menyedihkan sekalipun karena itu adalah bagian dari sejarah  gue kan. So keep calm aja bro, seperti bunga lili di padang gurun.

Konsep Diri

,
Sudah 22 tahun gue hidup didunia ini yang sampai saat ini gak ngerti apa itu dunia dimana gue berada. Pencarian  tentang alasan dan tujuan ini sudah mulai terlintas dibenakmu semenjak sudah mulai bias berpikir.  Terlalu sombong kalau mengatakan semenjak gue bias berpikir, karena gue sudah mulai berpikir semenak gue terlahir atau menhirup udara bebas ketika gue dilahirkan. Gue cuman gak bias saja mengingat apa yang gue alamin saat itu. Gue sadar gue terlahir sebagaai mahkluk yang lemah tanpa bias mengingat sedikitpun apa yang terjadi saat itu. Gue sadar kemampuan otak gue dalam merekam kejadian belum berkembang.  Kejadian penting mungkin banyaak yang gue buang begitu saja.
Pencarian tujuan hidup gue berlangsung begitu lama dan ssampai saat ini gue belum ngerti mau kemana gue akan pergi untuk menemukan tujuan yang aku cari dalam hidupku. Gue beruaha berpikir beba tanpa terikat oleh apapun dan emlepaskan dari genggaman kerangka berpikir yang sudah jadi aturan baku dalam kehidupan social tanpa menghiraukan akibatnnya. Gue lebih mengandalkan pemikiran untuk menyeleaikan sesuatu problem dalam hidup gue untuk mengetahui sebenarnya apa tujuan hidup gue. Disaat gue melepakan pikiran dari aturan-aturn dunia entah kenapa gue semakin melenceng dari jalur yang gue jalanin. Pandangan mengenai agama sudah terlalu kental dalam hidupku, apapun yang gue alamin selalu terelasaikan dengan alas an agama. Gue berusaha berpikir bebas dari ikatan agama dan konsep ketuhanan untuk menemukan tujuan hidup gue itu apa dan taka da apapun yang gue dapat. Semakin gue berpikir keluar dari agama gue merasa semakin jauh dari agama. Gue bukan orang yang agamis, tapi gue tau dan menjalani apa yang di agama gue anjurkan, gue juga sering melanggar apa yang menjadi larangan yang di agama gue. Gue bukan orang yang munafik, ketika gue melakukann pelanggarn terhadap agama gue, disana gue menemukan secercah kesenangan. Oke kesenangan emang gue temukan, tapi bukan kebahagiaan dan gue juga bingung konteks kebahagiaan yang dimaksudkan ada di dunia ini. Ketika gue ngerasa bahagia, sekejap itu uga perasaan bahagia itu hilang, dan hanya meninggalkan suatu kenangan yang dapat diingat bukan dirasakan. Apakah ketika ssutu kebahagian ditemukan, kebahagiaan itu mati dan kita mencari kebahagiiaan yang lainnya. Apakah kebahagiaan itu suatu ledakan emosi yang terkendali yang datng bagai petir dan sekejap itu hilag ? apakah kebagiaan suatu hal yang nyata ? gue selalu memikirkan ingin menemukan kebahagiaan dalam hidup gue, apakah hanya kebahagian yang ingin kita temukan dudunia ini.
Dunia adalah tempat dimana kita berada. Gue bisa tau gue hidup atau merasakan kalau gue ada didunia hanya karena gue merasakan kalau gue merasakan kalau gue ada. Keberadaan yang gue maksudkan ini adalah suatu pemikiran yang meyakinkan kalau gue merasakan keberadaan gue ada. Gue pernah engar entah itu dimana, tapi bunyinya gini, kita ada karena kita berpikir kalau kita ada. Oke, gue emang ngerti kata-kata yang dimaksud disana. Tapi yang gue sanagt tidak mengerti adalah apakah orang gila sebut saja orang yang pikirannya sudah kurang atau hancur itu ada, dalam artian apaakah orang orang gila bisa merasakan keberadaaan dirinya sendiri. Apakah kehidupan ini hanya permainan sebuah pikiran. Pikiran ini benar-benar suatu yang sangat aneh kalau gue piker. Begitu besar peranan pikiran dalam sebuah kehidupan. Bahagia dan kesedihan itu kalau gue piker hanya permainan yang dipikiran. Gue selalu berpikir dan beripikir apakah yang aku alamin ini hany suatu program yang saling meiliki hubungan sebab akibat. Pemikiran irasional yang terjadi dalam hidup gue terus menggeroti diri gue untuk mendalami siapakah gue ini. Sampai saat ini kalau ada orang yang nanya gue, gue cuman bisa jawab kalau gue yusfi. Oke, apa itu yusfi, siapa yusfi ? apakah yusfi hanya sebutan untuk memudahkan orang untuk memangil gue. Apakah yusfi itu hanya sebuah kata yang akan gue sandang sampai gue tidak bisa merasakan keberadaan gue lagi. Gue berpikir dan terus berpikir sejauh mana yusfi itu memberikan pengaruh terhadap sekitarnya. Kadang gue piker lebih mudah kalau kita membuat satu alat yang tentunya  itu benda mati dan kita tentukan sendiri tujuannya. Gue sadar kalau yusfi itu hanya sebuah bungkus untuk membuktikan kalau keberadaan gue itu ada. Yusfi itu kalau gue artikan secara abstrak adalah suatu raga yang membungkus keberadaan gue. Gue terlalu jauh memang memikirkan konteks yang sedalam ini. Diumur gue yang sudah 22 tahun ini pencarian tentang eksistansi keberadaan gue ini belum dapat terpecahakan. Penjelaskan yang dapat gue jelaskan untuk menjelasakn siapa gue dalam arti khusus disini adalah sosok yusfi yang berada didunia yang sudah ada disini selama 22 tahun. Gue cuman sosok sesuatu yang gue sebut sebagai sesuatu yang berada didalam dirin yusfi dan itupun Cuma dapat gue jelaskan berdasarkan apa yang dia lakukan.
Jadi pendiskrifsian kita terhadap orang itu hanya berdasarkan apa yang dia lakukan didunia. Dunia dimana sesorang tinggal untuk sementara, sementara karena sesuatu yang hidup itu pasti mati. Sekali sesuatu yang  hidup itu pasti mati dan apakah gue disini hidup. Karena sosok yang hidup disini adalah raga yang membungkus keberadaan kita. Artinya gue disini bersifat abadikan dan dimanakah letak keabadian kita ini.
Apakah dunia masih ada ketika gue tidak ada lagi didunia dimana orang hidup berada.

jangan terlalu serius bacanya, cuman cuap-cuap gue aja.

Mungkin Galau

,
Skripsi bukan suatu hal yang dianggap mudah bahkan bisa ditertawakan. skripsi bisa dikatakan suatu mimpi buruk. mimpi buruk disaat kita tersadar dalam suatu kesadaran dialam yang sangat nyata. dulu aku mikir kalau bikin skripsi itu masih bisa sambil calm tapi harapan berbanding terbalik dengan kenyataan yang ku dapati. masalah yang kudapati bukan hanya materi yang sulit ibaratnya penyakit, ku mengalami semacam komplikasi penyakit yang parah. why me, dalam sejarah pembikinan skripsi di prodiku mungkin cuma aku yang bikin skripsi dengan luang lingkup satu kotamadya bisa dibayangkan bro, pingsan kita bro. penelitian yang kuamati emang cuma kegiatan ekskul, tapi dengan populasi yang tersebar di seluruh smp yang ada di banjarmasin sebanyak 34 SMP, gila kan. bukan hanya itu saja, dosenku juga yang tidak sepaham menambah deretan problem yang aku alamin pada penelitian ini. disitulah kumpulan masalah yang lagi menggeroti pikiranku. kadang aku ada perasaan bangga, bangga karena tingkat kesusahan yang aku alamin saat ini. dukungan orang tua dan pacarlah yang bisa buat ku tersenyum disamping itu teman-teman dekat juga siap bantu aku dalam penelitian yang bakalan bikin aku susah tidur.
frekuensi tidur ku mulai menurun, aku jarang tidur dan pikiran terbang entah kemana, kegelisahan itu menghantui malam gelapku yang sunyi tanpa suara jangkrik, kodok dan burung hantu bahkan suara anjing pun aku uga rindu yang selalu bikin aku tenang. entah kenapa kesan horor itu bikin aku tenang.berharap ketenangan itu datng menghampiriku bak merpati yang turun kebumi untuk minum air. sunyi senyap jam 12 malam begitu sunyi tanpa adanya detak keramaian membuat pikiran dan perassaan terdiam. berharap tuhan dari jauh melihat apa yang aku kerjakan dan memberikan uluran bantuannya kepada hambanya yang belumbisa berterima kasih kepada sang pencipta ini.
gue, bingung sebenarnya kalau gue lihat tulisan ini makin lebih kearah sajak atau apalah namanya. dari sekian kebingungan entah kenapa disini gue lebih enak mendiskrifsikan diri itu sebgai "gue" bukannya aku atau saya. entahlah mungkin disini ada sedikit keenakan saja dalam pengucapa. back to topik galau tadi, galu gue ini hany karena skripsi gue yang  ,,, ah sudahlah. pepatah mengatak dimana ada masalah disana ada petuah, dan ini gue sih yang bikin sendiri pepatahnya. ingat yang gue tulis disini cuma sebatas pembuangan aliran yang jalannya pikiran gue aja sih. ingat arus listrik dirumah, kan ada +dan- dan satunya lagi dibuang ke ground. yes, ini gue anggap sebagai ground tempat gue ngebuang semua uneg-uneg gue dalam kehidupan yang nyata. gue cenderung lebih suka melampiaskan permasalahan gue didunia maya bukan didunia nyata dimana raga gue berada sih. gue selalu percaya tiap masalah emang selalu ada jalan keluarnya. tapi setelah keluar dari masalah yang satu kita masuk kemasalah yang lain dan disini gue mikir kalau hidup tu cuman sebatas ladang masalah. diambil dari kata ladang dan gue artikan secara abstrak disini kalau yang namanya ladang  itu kan nantinya ada panen, apakah panen ini dalam artian kita memanen suatu pencapaian yang baik dan ataukah yang kita panen buah keberhasilan kita yang gue anggap sebagai pendewasaan diri. membicarakan kedewasaan, gue nganggap kalau orang yang udah dewasa itu adalah orang yang dapat menyelesaikan masalahnya sendiri maupun dengan campur tangan orang lain.
gue udahkan dulu tuliskan gue yang gak inspiratif dan ga memotivasi ini. selama

selamat malam  bintang dilangit, semoga engkau sanggup memancarkan romansa keindahanmu sampai aku menemukan malam terindah dalam hidupku.
Gracias
Panic. Diberdayakan oleh Blogger.
 

PENCARI JALAN TENGAH Copyright © 2013