Lamunana

,
dia suka melamun, membayangkan suatu kesempurnaan hidup yang akan dijalaninya. lamunan demi lamunan terus berlalu, berganti silih berganti bak sebuah musim. Lamunan itu terus ada tanpa menghiraukan situasi kenyataan yang terjadi. hanya saja sang pencipta punya rencana lain. dalam lamunan dia berpikir, dalam pikiran dia melamun. ini puisi seperti lamunan, ini lamunan bukan puisi. ada kucing makan nasi bungkus terus dia bilang huba-huba.
bangkit dari mana ?

0 komentar to “Lamunana”

Posting Komentar

Panic. Diberdayakan oleh Blogger.
 

PENCARI JALAN TENGAH Copyright © 2013