Ketika seseorang mau memulai
sebuah tulisan, kadang dia berpikir apa
yang mau dituliskan. Otak pun bekerja untuk mencari ide-ide yang terlintas
dipikiran. Tapi cara seperti tidak dapat menghasilkan sebuah tulisan dan kadang
karena saking dipaksanya Otak akan menunjukan gejala-gejala depresinya. Bau gosong
akan semerbak menghiasi rongga hidung anda. Bau gosong yang disebabkan
terbakarnya saraf-saraf yang terlalu panas dan tidak mampu untuk menahan aliran listrik-listrik yang panas. Dalam tahap ini,
kalau anda yakin ingin melanjutkan, maka anda harus menyiapkan penutup telinga
agar anda tidak mendengar suara ledakan kepala anda.
Kadang semua yang kita pikirkan
tidak sesuai dengan kenyataan, terjadi semacam kesenjangan antara kenyataan dan
harapan. Bukan lah suatu masalah kalau kita memikirkan itu adalah masalah, ini
ko tulisan bahasanya rada berat yaa. Kalau dikatakan galau, aku sampai saat ini
masih belum tau arti dari kata galau, orang dengan begitu mudah mengatakan kata
galau. Jangan-jangan kambing yang melamun juga dikatakan galau. Daripada ngebahas
masalah galau, mending ku cerita soal kucing yang ada dekat rumah aku aja. Ku ingat
banget itu kucing punya 2 saudara, tapi 2 saudaranya dah pergi duluan ketemuan
ma tuhan mungkin. Yang kupikir itu kucing sedih ga ya, ditinggalin ma sodaranya
? bukan masalh saudaranya atau kesedihannya yang mau kuceritai disini, tapi
hubungannya dengan keluarganya. Nama kucingnya Monzi, yang manggil itu sih Cuma
aku doang, jadi monzi itu punya ibu kan, entah dari mana ibunya melahirkan anak
lagi. Anaknya warna hitam, beda ma monzi yang warna putih+abu-abu. Keanehannya sedikitpun si monzi gak benci
alias ngeganggu anak kucing yang baru lahir itu, malahan dia asyik bermain dn
kesannya kaya ngejagai adeknya itu. Kadang mereka tidur bareng gitu si Monzi,
adeknya dan ibunya. Tiap kali aku liat mereka, ku ngerasakan kalau hidup mereka
benar-benar bahagia. Walaupun monzi dan adeknya bukan dari ayah yang sama
ditambah juga dengan fisik yang sangat berbeda, dia masih bisa akur. Andai semua
manusia bisa kaya gitu, gak ada yang namanya kekurangan kasih sayang di dunia
ini. Monzi yang seekor kucing, mengajarkan bahwa perbedaan bukan lah suatu
alasan kita untuk saling membenci. Rasa sayangnya meruntuhkan tembok-tembok
perbedaan. Mungkin lain kali, aku bakalan uploda tu fotonya keluarga Monzi. diawal tulisan ini gak jelas banget kayanya, tapikan lumayan bikin serius juga..
Salute For Monzi

lanjutkan gan.....
#rip monzi
lanjutkan gan...
#rip monzi
siap gan