Bingung juga ni kisah di mulai dari mana. Kebanyakan
bingungnya juga hari ini. Daripada makin bingung mending ditulis aja dulu.
Siang tadi aku kedatangan tamu, teman kuliah yang sudah
lulus. Maklum, karena aku lullusnya telat. Dia datang ngambil berkas yang
dititipkan temaku gitu buat keperluan yang entahlah dan aku juga malas
tanyanyanya. Jadi pas dia ngambil berkas, entah kenapa dia mungkin bisa
dibilang curhat gitu atau apalah namanya. Aku sih cuman dengerinnya tanpa ada
niat buat naggapunya. Dia cerita soal susahnya nyari kerja alias jadi pegawai
negeri sekarang ini. Maklum sarjana muda resah mencari kerja, mengandalkan
iaxzah mus. Ko kaya lagu bang iwan fals ya.
Ya, walaupun dia belum bisa daftar pegawai negeri, tapi dia punya kera
sampingan sebagai guru private dan tukang urut. Nah kalau tukang pijit ini,
profesinya yang baru sih. Katanya warisan turun teurun gitu. Mulai dari situ,
aku mulai nanggapin dia, penghasilannya sekarang sekarang sudah bisa dibilang
cukup, malahan bisa dibilang punya gaji sendiri.
Ku kira, dia datang Cuma mau ngambil berkas, ternyata juga
bawa cemilan. Ah lumayan pikri ku nih
sambil makan2 dengrin cerita dia. Jadi ceritanya gini, waktu mulai, alias
memulai atau kita sebut pertmaka kali terun kedua les meles, dia nyebarin
brusor2 gitu ke sekolah, dari satu sekolah kesekolah yang lain. Dari kota satu
ke kota yang lain ,, efek dramatisir aja sih,,hahahaha. Intinya masih satu kota
ko.. saat membagikan brusor, kondisi
mental memang benar 2 di uji ktanya, dari sekian banyak siswa yang dia temui
juga banyak tingkah konyol yang dilakukan siswa, mulai dari ngebuamg brusor,
ada yang habis di baca langsung, ada yang habis dibaca langsung terika
kesurupan, ada juga yang nangsi sambil bacanya.” Itu Cuma ku dramatisir aja,
intinya siswa banyak yang gak peduli gitu. Tapi dari sekian banyak tingkah laku
siswa yang gak baik itu, ada beberapa yang nanggapinnya dengan antussias.
Karena emang niat tu siswa mau belajar, jadi temen ku tadi pun memulai debut
pertamanya dalam dunia les. Dia bilang, gaji pertam yang dia dapat itu luar
biasa, luar biasa rasanya bisa dapetin uang dari hasil jerit payah snediri. Dan
tentunya bikin bangga kan. Gitu sejarah temen ku, kalau sekarang dia udah bisa ngumpulin uang
sendiri. Terus dia bilang, kalau masalah finansial itu nomor 2, yang penting
kita dapat pengalamn yang berharga. Kalau aku ih juga ikir kaya gitu, uang tu
gampang aja datngnya asal kita mau berusaha dan dari situ ku tau kalau kita mau
berusaha, kita pasti bisa.
Mungkin apa yang udaah ku tulisin diatas terlihat biasa aja
dan cara penulisanku yang gak beraturan alias asal tulis. Aku Cuma nulis apa
yang aku alamin dan aku rasakan. Bila emang tulisan ku ini gak bagus, itu
dikarenakan ya aku maasih belum bisa menuangkan pemikiran dalam sebuah tulisan.
